Hadirkan 2 Saksi Ke Bawaslu, JEPR Jember Ingin Istri Bupati Bertangung Jawab Pada Masyarakat Jember

Pada pukul 12.00 tanggal 21 Juni 2023 2(dua)saksi yang dihadirkan Jaringan Edukasi Pemilu untuk Rakyat kabupaten Jember (JEPR Jember) hadir memenuhi panggilan Bawaslu Jember.

Saudari army Yuniarti Arum koordinator JEPR kec. Sukowono dan saudara Ningwar Koordinator JEPR kec. Pakusari yang memenuhi panggilan sebagai saksi dalam pelaporan dugaan pelanggaran pasal Pasal 283 UU No 7 Tahun 2017 junto Junto Pasal 4 huruf (d) Undang-Undang Aparatur Sipil Negara Junto Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang No 5 Tahun 2014 Tentang Aparatus Sipil Negara Junto Pasal Pasal 5 huruf n angka 5 Peraturan Pemerintah No 94 Tahun 2021 Junto Pasal 11 huruf c PP 42 tahun 2004 dalam pelaksanaan pelaksanaan kegiatan LOMBA DESA DAN KELURAHAN, LOMBA 10 PROGRAM PKK DAN LOMBA GOTONG ROYONG TAHUN 2023 DI KABUPATEN JEMBER yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember.

“ya, kami berdua menjadi saksi dalam pelaporan dugaan pelanggaran netralitas ASN dalam lomba PKKyang di adakan dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kab Jember, dimana pelaksanaannya tanggal 6 sampai 17 maret 2023” ujar Ningwar.

Ningwar, sebagai koordinator Jepr kec. Pakusasi mengaku menemukan pemberitaan terkait kehadiran menantu bupati yang gunakan alat peraga partai politik peserta pemilu dari penelusuran digital yang dia lakukan.

“ benar mas, karena pada tanggal 11 juni 2023 kami mengadakan rapat rutin bulanan yang bertempat di salah satu café di jalan kalimantan jember, setelah ketua Jepr Jatim menjelaskan perkembangan kasus pelanggaran netralitas ASN dalam program J berbagi, saudari Ayu (army) koordinator Jepr Kec. Sukowono Jember, menyampaikan hasil temuannya berupa photo kegaiatan lomba PKK yang melibatkan menantu bupati saudara muhammad nadhif rhamadan dimana saudara nadhif menggunakan pin atau alat peraga partai NASDEM.

Dari situ saya dan teman-teman ber inisiatif melakukan pendalaman melalui investigasi digital dan alhamdulillah saya meneumkan pemberitaan salah satu media online dimana di dalamnya menyertakan photo bersama antara saudara nadhif dengan ASN di salah satu kecamatan di jember dengan latar belakang baliho bertuliskan lomba PKK.

Sementara saudari army, menjelaskan bahwa dia memperoleh petunjuk awal dari media sosial keluarga bupati, dimana dalam media sosial tersebut di unggah tanggal 26 maret 2023 dan berisi sekitar 11 ( sebelas) photo yang sangat jelas menunjukkan dilibatkannya menantu ketua PKK jember dalam kegiatan Lomba PKK di salah satu kecamatan di jember.

“berdasar photo yang di unggah oleh salah satu media keluarga bupati tanggal 26 maret 2023 itulah saya menyampaikan dalam rapat rutin JEPR yang dilaksanakan tanggal 11 juni 2023, dan dari sana kawan-kawan bergerak menelusuri melalui investigasi digital sehingga kami memutuskan untuk segera melaporkan kepada Bawaslu Jember.

Saat ditanya apa harapan para saksi terhadap proses penanganan pelanggaran yang sedang berlangsung di Bawaslu jember, mereka berdua kompak menjawab hanya ingin pemilu berlaingsung Juju, Adil dan Fair bagi semua, tidak ada kehendak lain mas, selain pemilu 2024 berlangsung jujur dan adir dan Fair bagi semua, kamiu berharap Bupati dan keluarga tidak semena-mena menggunakan kekuasaan yang di mandatkan oleh rakyat, serta dengan penuh tanggung jawab menjelaskan kepada publik, khususnya masyarakat jember mengapa melibatkan alat peraga partai politik dalam kegiatan yang di baiayai oleh uang negara.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *